11.18.2008

aku merasa hujan

semua yang pelan mulai merintik dan kemudian deras

pergi menjauh

11.12.2008

haru biru membakar semu

abu-abu.. masih saja engkau berwarna semu

11.07.2008

yang akan datang

akan datang mengetuk pintu dan mengucap salam
pada yang akan datang
akan aku bukakan pintu dan aku persilahkan masuk
di dalam, aku hanya punya sunyi dan segelintir cahaya temaram di ujung sana

rahasia

dendam itu akan selalu ada dan akan tetap aku pelihara
ini
rahasiaku

11.05.2008

hai

dan semua terkabur dengan tiga titik
... apa kabarmu

temaram embun

pada embun-embun masa lalu yang segera menguap
abadilah menjadi air tanah yang menghidupimu

pagi semua

jalanan aspal yang berkaca-kaca
memantulkan bias kata-kataku pada hujan

hujan hitam berderu angin basah
aku menghantam basah memerah pedas

5.29.2008

hilang

tetapi... hilang itu kadang tetap meyakitkan...

menghilangkan, kehilangan, terhilangkan, dihilangkan

aku lelah kehilangan

5.05.2008

terbit mengorbit
bergeridik sedikit

kenapa tidak bergerak
kenapa tidak bergeser

pejamkan mata
dan bayangkan mimpimu

berputarlah dan tetap pejamkan matamu
biarkan tumpah biarkan ternganga

perih itu termenung di bawah bambu kuning
perih itu mencari badan halus

1.14.2008

logika

memberikan sebab pada sebuah logika

bah!