12.20.2005

pohon jambu di belakang rumah waktu di jogja dengan bunga-bunganya yang mengeluarkan aroma khas buah jambu

jogja penuh jambu

jogja kota jambu

12.12.2005

hujannya tidak reda
dalam hati
geram seribu maki
dalam jiwa

sesudah lusa
mungkin kita beradu raga
dalam imaji
sudah saatnya mungkin
sekarang!
kita beranjak pergi
mengerami tujuan kita masing-masing

12.08.2005

Malam, wanita, buah, dan lampu..

Dan aku menjadi bertanya kepada malam, bukankah dirimu wahai malam yang nang gelap, yang telah membuat dunia gelap dan syak wasangka yang telah menyublim menjadi sebuah nilai, bahwa dirimu, malam, adalah buruk.. Atau jahat?!

Segala kegiatan yang dilakukan dikegelapan adalah patut dicurigai? Segala hal yang terkesan tidak jelas perlu jelas? Jendela mobil yang terlalu gelap pantas ditilang? Atau kemudian menjadi sebuah diksi bahwa negatif adalah gelap? Bahwa gelap itu adalah jahat? Hei.. Kemana orang-orang? Apakah semua orang telah berubah menjadi tuhan? Ah.. Bukan-bukan, tapi mencoba menjadi tuhan... Dan di benakku sedang mundur jauh kebelakang.. Apakah 'buah' itu memang mengandung sifat ketuhanan? Lalu kemudian monyet-monyet itu mencoba saling mengungguli, menguasai yang lain dengan nilai dan ukuran, baik dan buruk? Lalu fisik mereka kejar untuk mengikuti kehendak mereka?! Lalu berjalan tegak adalah syarat bersama? Lalu mau tidak mau harus seperti itu? Lihat! Mereka sekarang masih suka berteduh di bawah pohon kalau siang terik. Mereka masih suka buas. Mereka masih suka meraung raung. Dan mereka masih suka, pisang..