4.19.2009

jakarta yang sibuk

kita tidak sedang berjalan di antara ratusan bukit dan sawah yang menghijau ataupun pohon yang hijau menjilati langit

kita berjalan diantara puluhan gedung di sepanjang sudirman

berjalan cepat dengan melupakan semua orang yang tersenyum pada kita di sepanjang trotoar

peradaban ini akan semakin menjauhkan kita dari sepotong daun yang setia pada tanah

ludah kita saban harinya berubah menjadi api

tangan kita setiap harinya mengepal keras ketika kita bermimpi

No comments: