kita tidak sedang berjalan di antara ratusan bukit dan sawah yang menghijau ataupun pohon yang hijau menjilati langit
kita berjalan diantara puluhan gedung di sepanjang sudirman
berjalan cepat dengan melupakan semua orang yang tersenyum pada kita di sepanjang trotoar
peradaban ini akan semakin menjauhkan kita dari sepotong daun yang setia pada tanah
ludah kita saban harinya berubah menjadi api
tangan kita setiap harinya mengepal keras ketika kita bermimpi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment